DEasY

Deas

aku melihat bintang
aku tak yakin bisa melihat bintang
di siang
aku harus kembali menulis cerpen tentang hidupku
“cebung saja”teriakmu
atas desakanmu aku mengucap
dua kalimat keramat
dengan khidmat
kau dengar ceritaku tentang mimpi-mimpiku
tentang ayat-ayat yang selalu kulafalkan sebelum tidur
sebelum makan,sebelum mandi
kuhentikan sejenak kisahku
“cahayamu menyilaukan mataku” rayuku
“apakah.....”
maaf harusnya aku bercerita bukannya bertanya
dan...
sebait aku lanjutkan
hendak aku menangis,pada sayu matamu
sudah aku bilang
jangan menangisi ketidakberdayaanku
aku akan mati
andai saja kau berani menitikkan air matamu
siang itu....
aku hanya melihat sebuah pijar lesu
apakah...
maaf...
aku lupa kalau aku harus melanjutkan kisahku
karena hujan akan datang
kutakut kau basah
kutakut kau pergi
dan.....
mari berdansa!
Hati-hati!
Jangan telalu bersemangat
nanti tergelincir,maaf..
aku lupa mengepel air mataku
yang tumpah dilantai tadi malam
selanjutnya,..
deas...jangan telalu kuat kau genggam tanganku
agar aku bisa secepatnya berlari
andai hujan datang bertedu dibawah teratak buruk
aku tahu deas...:
talah lama aku membancikan batinku
mungkin dengannya aku bisa melembutkan suaraku
deas....
apa sekarang aku boleh bertanya?
Untuk apa kau memintaku menangis?
Untuk apa kau menggenggam erat tanganku?
Meremukkan jemariku?

Hiks...
aku terlalu banyak tanya ya?
Deas...
aku tak punya cukup kosa kata
untuk bercerita tentang kisah
tentang kasih ( mungkin! Kalau saja ada)
jangan kau tundukkan kepalamu!
Apa kau mengantuk mendengar ceritaku?
ha....
kau tahu kan, aku bisa saja mati andau kau berani meneteskan air mata
tapi ita sadar, hidup bukanlah kutukan
dan...
setelah hening sejenak
“yah...begitulah deas...”
jangan menangis deas!
Meski aku takkan lagi mati karenanya
jangan kau sembunyikan matamu
aku tahu kau membentuk danau disana
tapi deas..
meski kisahku sepotong-potong tak beralur
aku benar-benar melihat bintang siang ini
sebab aku tak lagi disampingmu
melanjutkan cerita bersambung permintaanmu
riwayatku adalah cerita singkat
yang kau malas membacanya walaupun sebait
tegakkan kepalamu,walau aku tak disitu
kini aku di dekat bintang!

No comments:

Post a Comment

Good comments are very needed