Repihan Risau

daku risau pada setitik kasih
yang mulai kau semai di dinding taman hatiku
tak rekat namun berusaha memikat
juga pada rantai yang kau semat
ke sekeliling leherku
seolah tangan beku
seolah membelenggu

jangan!
aku masih belum lupa pada api
yang membakar yang terbakar
yang menjerit pada malam malam sepi
yang menangis pada ranting tak kokoh
jangan lagi letakkan di dadaku
apalagi hanya menyinggahkan luka
yang kau tuai dari bibir-bibir mimpi lamamu
akh..
aku hanya pijar yang lesu
yang habis dalam nafas tegasmu
mari mencipta kenangan lagi
meski dalam hati
ada harap
agar tak jadi kenangan..

No comments:

Post a Comment

Good comments are very needed