Salahku Atas Prasangkamu


Ku kira kau harus kupapah
nyatanya kau berlari menembus mentari
menyongsong sinar yang bahkan tak berani kulihat

kukira air mata yang kau tumpahkan harus kubendung
nyatanya kau hanyutkan mimpi yang sulit ku pahat
menenggelamkan duka yang ku suka suci bentuknya

kukira kau harus kubenci
nyatanya kau tebas-tebas nafas
lalu kau sekat dengan kedua jari
mataku membelalak
bukan takjub
tapi kehabisan udara

kukira kau harus kumimpi
nyatanya kau susupi doa sebelum tidurku
kau ralat,gubah,acak-acak tepatnya

hingga aku tak sadarkan diri sampai senja kembali
Kukira aku harus membunuhmu!

No comments:

Post a Comment

Good comments are very needed