Akulah Pencipta Rindu!


Dulu
Saat sayap di tangan kananmu masih putih bersih
Dan rindu di sisi kiriku masih indah
kita tak pernah merintih tentang dinginnya sinar matahari di malam
atau marah pada bulan yang tampak sungkan pada hidangan ala kadarnya

Mungkin saat itu kau masih sadar dan tak mau meracau
tak meminta dadar bulan yang warnanya tak boleh terlampau coklat

Kini
saat sayat-sayat lalang menelusuri jejak kulit
kenapa kau begitu mudah menangis

Memang
tangis bisa melepas luka
tapi awas air mata bisa menambah nganga

Kalau aku boleh meminta
jeritmu redam saja
aku akan memelukmu di setiap dingin yang ada
sebab aku pencipta hangatmu!

No comments:

Post a Comment

Good comments are very needed