Sungai Di Mataku

Berapa kali aku bilang
Fin! Tak ada sungai di kampungku
di sana yang ada hanya mata air
Lantas dengan setengah memaksa kau tarik tanganku

Aku menyesal tak menolak
sebab hingga kini sungai itu memang tak ada
lalu kau merenung dan meminta
agar gunung di desaku ku sulap jadi laut

setahun setelah puisi ini kudiamkan begitu saja
hanya menjadi draft kehidupan
akhirnya terbukti juga
meski tak meminta laut, setidaknya kau berharap telaga
aku tak punya..
bagai mana kalau kuberi sungai dari mataku saja?

jangan takut, airnya jernih
hangat
bagaimana?

No comments:

Post a Comment

Good comments are very needed