Pada Mulanya Setan


Awalnya rumah kami ini nyaman
sampai kau datang bertamu di malam kelabu
**
ketika itu tak hujan
hanya rintikrintik titik air yang turun kepayahan
lalu kami bermandi di bawahnya
tak segan menari dan berlari
lalu kau datang membawa hujan
***
kau tersenyum, tak memberi salam
lalu kau duduk di teras kami
masuk ke rumah kami
menumpang di sini
oh, aku tahu ini bukan rumah kami tapi kami merasa memiliki
sebelum  akhirnya kau datang dengan caping menutup kuping
****
waktu itu temaram belumlah sempurna betul
sampai kulihat parang terselip di balik pinggang
tak terhunus memang
aku tahu kau ingin membakar rumah kami
*****
Pergilah di pagi nanti, saat amarahku belum membunuhmu!

No comments:

Post a Comment

Good comments are very needed