Memetik Bunga Rindu

Mari!
Mari menabur rindu seperti yang diajarkan para leluhur
lalu terhantuk dalam peluk yang ingin bertemu
beberapa kali pertemuan itu tertunda
oleh tangan-tangan waktu dan kesibukan yang melanda

ini kali, ada yang harus kita korbankan
tak mesti berkompromi dengan kalendar yang kau pajang di dinding kamarmu
temui aku
aku rindu separuh mati

padahal, nafasku terlebih dahulu kutitipkan menemuimu
kau tak merasakannya?

Setiap kau membuka matamu, di situ aku
setiap kau menghirup udara, di situ aku

akh, terlalu banyak kita menabur bibit bunga rindu
hingga aku lupa kapan memetiknya.

No comments:

Post a Comment

Good comments are very needed