Kami Adalah Budak-budak Cina (3)

Poems About Love
Orang-orang sepertimulah yang membuat Indonesia begitu mudah dijajah Belanda
ya sama seperti cecunguk-cecunguk yang membungkuk didepan lutut mata-mata kecil
kau yang merelakan anak-anakmu melacurkan diri
menumpahkan darah keperawanannya di sprei beraroma lidi terbakar

jangan buat kami terjajah untuk kedua kalinya
jangan buat kami mengubah arah kiblat untuk kesekian kalinya
membungkuk-bungkukkan badan pada mereka yang punya segala
segala kuasa, segala harta dan segala-gala

Kami adalah masih budak-budak cina yang terkapar di pabrik pabrik
yang tak boleh menghela nafas di samping karung-karung berasnya
takut kotor katanya

aku sudah melupakan tahun 1998
atau kau memang menulisnya hanya untuk sebuah alasan
alasan untuk menjadikan tanah kami sebagai ladang pemerasan

memang kami adalah anak-anakmu yang terlalu kapar
terpapar kebodohan
terkapar dalam kemabukan yang melenakan
hingga mata-mata kecil memperbudak kami
mereka datang seperti tamu yang kami jamu
lalu masuk ke kamar kami dan mencuri beras
anak kami hanya melongo

kami kehilangan beras
lalu kami tetap menjadi budak-budak cina

1 comment:

Good comments are very needed