Kubiarkan Kau Pergi

Sejak cintaku tak lagi mampu menahan lajumu
yang berlalu menyapu bersama angin
seperti biasa aku lelah dan bersujud pasrah
sebab tanah terlalu basah untuk kutumpu pijak
dan dirimu seolah temali liar yang menarikku ke segala arah

Kasih, maka kubiarkan kau pergi ke dunia lepas
bersama ego yang selama ini kau hunjuk-hunjuk di depan mataku
aku sayu
aku layu
dan padam bersama amarah yang basah
serupa api tercebur lindap
bagaikan tangis tertahan megap
dan aku gagap
Puisi kehidupan, puisi patah hati
siapa nama kekasih yang mencurimu dariku
yang kau sebut memiliki segunung rindu padamu
dia adalah manusia terkasih terhebatmu
kau mungkin lupa
kau menyebut kalimat yang sama padaku, pernah, dulu, di suatu ketika

di waktu detak-detak jam masih kita hitung bersama
di saat rintik-rintik gerimis kita eja di halaman berdua
tidak kau ingat di masa itu jemari-jemari kita tak pernah bisa melekang
kau dan aku terhanyut pada sebuah rasa tanpa puncak

itu dia datang
dengan kereta kencana dari kutub
dia bisa terbang dan melambungkanmu ke langit ke delapan
dia mampu memelukmu dengan dekap terhangat yang cairkan alaska
ia sanggup patahkan seluruh aral yang memagari semua mimpiku, seperti aku

Tapi ingat sayang
bilang padanya jangan berlari terlalu kencang
awan bisa saja mengeras
angin bisa saja memutingbeliungkan rindu kalian

seperti badai yang tengah berkecamuk di hatiku kali ini
maka kubiarkan kau pergi

3 comments:

Good comments are very needed