Di Kamar Pemilik Rindu

Kami adalah pemilik rindu yang berdiam diri di kamar pengap
bersusun-susun menghitung hari ke belakang
mengintip detik, menit dan hari-hari serta tahun-tahun yang terbengkalai untuk sekedar menunggu
Menunggumu!
Di Kamar Pemilik Rindu
Ya, kami hanya menunggu sepatah ucap
menunaikan seikat harap yang kami letakkan di sudut bibirmu
kami bukan pengemis, hanya terlalu sabar menanti jawab

Kami adalah sekumpulan wajah-wajah cemas
yang menanti dengan rindu
rindu sekali
pada tatap tatap teduh yang biasa kau sajikan di setiap perjamuan, setiap pertemuan

Disini, di kamar pemilik rindu ini biasanya kami rebah menatap langit-langit
bercengkerama dengan terpaksa
bercerita tentang gadis-gadis pujaan yang entah sampai kapan menggantung sapu tangan biru
di depan pintu, semoga bukan hanya sebagai penghapus pilu nan ngilu

Kamar ini adalah labirin yang memenjarakan orang-orang seperti kami
tak ada celah untuk keluar
bahkan melihat cahaya semesta
kami terperangkap, di kamar yang kau sediakan buat menunggu
padahal kami hanya menungg satu
Jawabmu!

Tentang cinta yang kami tawarkan
tentang kasih sayang yang kami obral ke depan matamu
lalu kau hanya tersenyum, melempar desis
melukis luka, di dada

3 comments:

  1. Akhirnya aku sadar satu hal...kamu ga se sayang itu sama aku...hehehe

    puisi ini sungguh menyentuh
    saya sangat suka ini...

    ReplyDelete
  2. obat penyakit jantung22 November 2013 at 11:29

    puisi yg menarik sekali,menyentuh hati...

    ReplyDelete
  3. obat penyakit jantung22 November 2013 at 11:30

    saya suka sekali..sukses saja...

    ReplyDelete

Good comments are very needed