Aku Salah dan Letihnya Merindumu

 Letihnya Merindumu
Mungkin kau tak tahu berapa helai sayap camar yang patah, menunggumu di belantara dermaga ini
betapa ranting yang renta terpatah-patah menopang waktu
aku menunggu detik-detik yang telah dijanjikan
Akh..

Berulang-ulang, putus tertatih-tatih menaklukkan jalan yang menciptakan luka
di telapak kaki telanjang
sebab kesabaran adalah bulir-bulir zikir yang kuucap tanpa henti
di tiap-tiap sujud malam, di tetes-tetes embun pagi yang kau kirim dari sana
ia sebentuk air mata

Berkali-kali aku mengigaukan maaf di sela tidur
bersujud pada masa lalu yang terlanjur ku pahat bersamamu
meronta-ronta pada kenangan yang berusaha kuhapus di dinding kamar hatimu
sebab aku ingin pergi

Aku sadar, aku telah menanam onak di kerongkonganmu,
memaksamu terdiam bukan karena kelu tapi takut terluka

Lalu beberapa sinar mata terkirim menancap ke hatiku
mengutuk rutuk membuat aku terpuruk
seolah aku makhluk paling buruk
siapa pula yang berani memberi maaf pada seonggok kotoran yang terlempar tepat di wajah?

Aku sadar, Aku salah.

No comments:

Post a Comment

Good comments are very needed