15 November 2009

Tembang Untuk Kekasihku


Fin!
bukti apa yang mampu kau beri ?
sementara langit terlalu gelap untuk kita katakan sebagai senja
dan aku tak mampu melihat ke kejauhan
ini sudah malam
esok saja kita lanjutkan

mari kita menari di atas perbedaan ini sayang
ku tahu kau pandai menyanyi
dan biola semalam akan aku carikan dawainya

tentang mereka yang menarik - narik kerah bajuku
tentang mereka yang mencubit - cubit halus pipimu
senyumkan saja sebab mereka tak mengerti

aku tak butuh bukti atau janji
yang ku butuh hanya kau!

24 Oktober 2009

Mungkin Hanya Kematian Ibu yang Dapat menyatukan kalian.

Mungkin hanya kematianku yang dapat menyatukan kalian
Disaat aku terbaring kaku,membatu dan mata membisu
Saat kurindukan saat dulu dimana kalian masih terlihat lugu
Ibu terlalu memaksakan manja ?
Hanya kematian ibu yang dapat menyatukan kalian
Tapi tidak juga
Abangmu tidak datang
Meski lahat menyambut ibu
Mungkin hanya liang itu nanti yang menyatukan kalian
Tapi tidak juga
Kakakmu tidak datang
Kalian memang tak tersatukan!

Sekolahku Lucu


Sekolahku lucu
Kepala sekolah berjualan izin guru
Dan untuk itu Guru berjualan buku
Dan untuk itu aku berjualan sabu
Sekolahku lucu

Di Sekeping Hatiku Ada Kau

Di sekeping hatiku ada kau tertunduk lesu
Di bola mataku ada setumpuk kau merutuk pilu
Mengikat kau, di kedua kakiku dan jariku serta
Erat
Di sekerat hidupku kau ada dengan tawa
Renyah
Di seuntai senyummu ada aku merayu

Di setapak jalan menuju mahkotamu
Ada benteng yang membentur jiwaku
Sakit
Di gelap malam mencari jejak langkahmu
Ada sunyi yang menyekap mulut
Perih
Di sepanjang jalan bersama cintamu
Ada indah yang turut di sampingku
Dan aku yakin itu kau!

14 Oktober 2009

Untitled


Masih kau ingat hari - hari yang berjalan
Yang kita iringi dengan nafas terburu
Sebagai tanda kita pernah bersama
Lalu kau kunjungi aku lewat sebuah mimpi ngeri
Aku tak takut sayang

Sekarang dengarkanlah gemuruh hati ini
Yang meniru petir di siang itu
Maaf bila aku tak sempat menyebut namamu di mimpi itu
Tak usah memarahiku
Petirku lebih keras dari murkamu

Sejak dawai perpisahan kita petik
Ku tahu itu bukan titik
Kita hanya menunda bisik
Mencoba tisik rasa - rasa hampa

Tentang mimpi yang kau susupi itu
Lain kali
Datanglah dengan mengucap salam!

04 September 2009

Na na na na


Tengoklah aku yang bernyanyi
bersenandung luka terbaru
tembang ini milikku
jangan kau bilang gubahanmu

Lihatlah aku yang berlari
menarik - narik gambarmu

tataplah aku yang berjalan
sambil bersiul tentang angan

pagi ini, aku menyanyi
liriknya na na na na

sampai kapan igauku ini kau biarkan?
karena langit masih saja malam...

20 Agustus 2009

Agar Kau Tahu Saja


Sajak - sajak yang kutulis adalah agar kau tahu saja
betapa aku tak pernah bisa lupa
pada hari - hari yang terlanjur kita lewati bersama
kau tanya mengapa ?
aku juga tak ingin menjawabnya

sebab diam itu ternyata lebih menjawab dari bicara
sebab ternyata aku memang tak bisa alpa
mengikuti lirik - lirik yang dulu sering kita nyanyikan

kemarin kita masih mengayat - ayat mimpi
dan waktu menyayat - nyayat ke sepi
kita tak berani melawan
karena takut melukai awan
biar kau tahu saja
untukmu aku adalah apa saja

tapi kau jangan lena
aku masih punya mata
meski kadang tak terbuka
aku juga punya rasa

kutulis ini agar kau tahu saja
kalau aku tetap mencinta!

31 Juli 2009

Tak Usah Lagi Kita Berpuisi


tanpa kita sadari
kita berpuisi dengan benci
dengan emosi
di kertas - kertas putih itu
kita letakkan potongan tangan, kaki, kepala
kita letakkan celana dalam bercecer sperma
sebagai barang bukti
kita berpuisi bercampur daki

Tak ada kah lagi puisi yang berisi bening mata air ?
mengapa ia kita campur ke ladang yang tak bernurani ?

sudahlah cukup mereka saja
kita tak usah

kita cari dunia yang lebih wangi
tanpa darah
tanpa caci!