Perdu Impian

Biarkan kuhimpun sepi ke dalam hati
layaknya debu yang mengendap di trotoar
tapi yakinlah
takkan ku pupur di wajahmu
malah akan kubingkai dengan hening
biarkan!
sampai ada sekuntum perdu
yang terbawa angin
merekah di atasnya
hingga ia bisa mengira
detak rinduku
kau takkan mengerti
dan kau kan pergi
sebab tak ada taman di balik dadaku
yang ada cuma setumpuk debu
menanti perdu.

No comments:

Post a Comment

Good comments are very needed