Cinta di Waktu yang Berbilang


setiap saat kita membilangi waktu
padahal dimensi dunia kita berbeda
seminggu di dunia, sewindu di dada
harap melengkapi cemas, cemas namun berharap

membangun masa depan dalam tiap mimpi, mimpi di tiap lelap
serasa ada dalam pengap dekap
entah mengapa kita semakin ingin saja
semakin pasrah saja
terjebak dalam kebingungan
terkurung dalam ketergantungan
yang melenakan
yang menidurkan logika

sebenarnya ingin kubiarkan hanya kau yang tertidur
sementara aku tersadar dan duduk bersandar
menerawang masa lalu di cermin masa depan
sambil menzikir detik
dengan lafaz suci yang kau dan aku imani

tapi aku..
apalah tanpamu?

No comments:

Post a Comment

Good comments are very needed