Aku Patut Membenci Dia

poems about love

Sepertinya dia yang datang di antara kita
yang menyelip di sela rasa yang mulai kita pertanyakan
dia lihai sekali
menghunus tanya padamu, juga padaku
lalu masing-masing kita ragu pada rasa yang dulu kita janjikan

Aku adalah  yang dulu kau puja
yang kau rindukan senyumnya
yang bisa kau terima segala kekurangannya

Kini, dari mana datangnya dia
yang mengacak-acak bundar cinta
yang merusak patung rasa
lalu mengukir batu menjadi meja segitiga
di tiap sudutnya ada aku, kau dan dia

Rasanya aku patut membunuhnya..


Pic: Source
*Thanks to Tere

No comments:

Post a Comment

Good comments are very needed